Sesuai dengan namanya, lampu hias dinding didesain secara khusus untuk dipasang di area dinding. Rekomendasi lampu di dinding yang juga terkenal dengan nama wall sconce light ini cukup beraneka ragam dengan nilai estetika tinggi, baik untuk area indoor maupun outdoor.
Baca Juga: Lampu Meja Belajar LED Terbaik Solusi Pencahayaan Optimal dan Nyaman

Pilihan Lampu Hias Dinding Berdasarkan Bahannya
Secara umum, terdapat empat bahan populer yang digunakan untuk membuat lampu dinding. Setiap bahan pembuatan lampu ini memiliki daya tarik tersendiri yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pengguna.
Berikut pilihan lampu dinding yang bisa dimanfaatkan untuk mempercantik hunian.
Lampu Kaca untuk Kesan Elegan

Lampu hias dari kaca bisa dimanfaatkan untuk menonjolkan kesan mewah. Jenis lampu ini seringkali dimanfaatkan untuk membuat suasana ruangan terasa lebih elegan.
Secara keseluruhan, lampu kaca memiliki tampilan menarik dengan bentuk yang unik. Lampu ini cocok untuk menciptakan nuansa dekorasi dan estetika yang berbeda dengan ruangan lainnya.
Sayangnya, lampu dinding dari material kaca rentan mengalami risiko pecah. Oleh sebab itu, pengguna harus menempatkan lampu kaca di area aman yang tidak berisiko tersenggol dan jatuh.
Lampu Aluminium untuk Nuansa Kekinian

Lampu hias dinding dari aluminium seringkali mengusung desain simpel dan berkilau. Produk seperti ini sering digunakan untuk menghasilkan kesan ruangan yang modern. Selain itu, bahan lampu juga ringan dan tidak mudah berkarat. Umumnya, lampu aluminium memiliki ragam pilihan bentuk dan warna.
Permukaan lampu aluminium cenderung awet dan tidak cepat pudar. Beberapa pengguna seringkali menjadikan lampu ini sebagai pilihan istimewa, karena memiliki desain unik dan kemudahan dalam proses pemeliharaannya.
Soal pemakaiannya, biasanya lampu interior ini menggunakan LED dengan kapasitas beragam. Untuk lampu LED sebesar 5-20 Watt, cocoknya untuk kamar tidur atau ruang tamu. Ketika memasangnya di ruang tamu, suasana selama mengobrol jadi lebih nyaman karena pencahayaannya terang tetapi tidak silau.
Berbicara mengenai lampu LED, menurut Kementerian ESDM, rupanya termasuk lampu hemat energi di masa depan. Dalam pengujian, terungkap bahwa lampu LED lebih hemat 90% daripadalampu pijar.
Lampu dari Bambu untuk Nilai Seni Tinggi

Lampu dinding berbahan bambu bisa jadi pilihan terbaik untuk penghuni yang suka karya seni tingkat tinggi. Jenis lampu satu ini terbuat dari bahan alami, sehingga memiliki kesan yang unik dan terlihat natural. Aksesoris tersebut akan terlihat artistik, baik saat ditempatkan di area luar ruangan maupun dalam ruangan.
Namun ketika memasangnya di area outdoor, perlu memastikan posisinya tak terkena tampias hujan secara langsung. Hal ini tak lain supaya lampu bambunya tidak cepat berjamur.
Sekilas, lampu dinding berbahan kayu cocok untuk penghuni yang menginginkan ruangan natural dan hangat. Sebab, lampu jenis ini bisa memancarkan pesona yang indah jika dipadukan dengan lampu lain.
Sebagai contoh, penghuni bisa memadukan lampu dinding dari kayu dengan lampu lain berwarna kuning. Alternatif lainnya bisa dipadukan dengan lampu warm white yang memiliki temperatur warna di bawah 4000 Kelvin.
Kemudian untuk area lorong, pastikan menggunakan lampu dinding yang arah cahayanya ke atas serta bawah (up-down). Ketika memasangnya, maka bisa memberi kesan langit-langit lebih tinggi.
Lampu Plastik atau Akrilik

Lampu dinding berbahan plastik atau akrilik memiliki ketahanan tinggi yang sulit mengalami risiko pecah. Hal ini menjadikan lampu sebagai pilihan yang aman untuk diletakkan di manapun. Selain itu, lampu juga memiliki bobot ringan yang mudah dibawa dan dipasang di area dinding.
Saat coba instalasi lampu akrilik, bobot ringan memang memudahkan pemasangannya. Pemasangan lampu ini tak membutuhkan baut besar. Hal ini jauh berbeda dengan pemasangan lampu kaca sebab membutuhkan dudukan lebih kuat.
Sebagai rekomendasi, ada baiknya untuk memilih lampu dinding dari bahan plastik yang memiliki kualitas bagus. Sebab, kualitas lampu yang unggul tidak akan mudah meleleh jika diaplikasikan dengan lampu watt besar.
Sebagai rekomendasi, konsumen bisa memilih lampu hias Nordic dari TaffLED. Produk ini tersedia di Maximumway, toko e-commerce Shopee. Lampu memiliki desain antik yang cocok untuk ruangan bergaya rustic.
Menurut ulasan pengguna di Maximumway, lampu hias dinding ini sudah mendapatkan rating 4.8/5 dengan 51 penilaian. Produk memiliki model yang bagus, unik dan keren. Model lampu tidak ribet, jadi terkesan cantik dan simpel. Pemasangannya pun cukup mudah. Saat diaplikasikan, lampu bisa menjadikan rumah semakin estetik.
Detail perbandingan:
| Lampu Kaca | Lampu Aluminium | Lampu Bambu | Lampu Plastik/Akrilik | |
| Kelebihan | Terkesan mewah, elegan dan estetik | Bahan ringan dan anti karat | Natural dan bernilai seni tinggi | Anti pecah |
| Kekurangan | Berisiko pecah saat terjatuh atau tersenggol | Desain sederhana | Bisa berjamur | Mudah meleleh jika watt terlalu besar |
Perbandingan Material Terminal Lampu Aluminium vs Plastik
Secara umum, terminal lampu disusun dari material yang berbeda. Hal ini termasuk pada lampu aluminium vs lampu plastik. Lantas bagaimana perbedaannya? Sebagai contoh, konsumen bisa membandingkan konduktivitas listrik pada lampu aluminium dan plastik.
Sebagai informasi, konduktivitas merupakan kemampuan material dalam menghantarkan arus listrik. Dilihat dari segi konduktivitasnya, sebenarnya tembaga merupakan material yang memiliki konduktivitas tinggi, sehingga seringkali dijadikan sebagai standar konduktivitas untuk material lainnya.
Dilihat dari konduktivitas listriknya, aluminium memiliki 37% konduktivitas tembaga. Sementara plastik memiliki konduktivitas yang sangat rendah, sehingga sering digunakan sebagai isolator. Tingkat konduktivitas pada aluminium dan plastik ini wajib untuk diperhatikan. Sebab, semakin tinggi konduktivitasnya, maka proses transfer panas menjadi lebih cepat dan efisien.
Baca Juga: Inspirasi Dekorasi Kamar dengan Lampu LED Strip
Konsumen bisa menjadikan informasi di atas sebagai acuan untuk menemukan lampu hias dinding yang sesuai dengan kebutuhan di rumah. Namun, ada baiknya untuk melakukan pengecekan terhadap material terminal lampu sesuai dengan kebutuhan pencahayaan atau panas yang mungkin ditimbulkan.

Rumah tanpa pencahayaan yang tepat ibarat bunga tak kunjung mekar. Rasanya hampa dan sunyi tak tampak keindahannya. Berkaca dari hal itu, saya seorang jasa desain interior siap berbagi informasi seputar dekorasi pencahayaan yang tepat. Mulai dari jenis lampu dasar, lampu fungsional teknologi hingga lampu interior dekorasi. Kini saatnya memiliki rumah idaman dengan pencahayaan sesuai.



